Simon ditunjuk sebagai penasihat senior dalam mandat kompleks untuk menyelesaikan kebuntuan persetujuan kritis dan hambatan pemangku kepentingan yang memengaruhi aset infrastruktur operasional di Indonesia. Proyek tersebut telah mencapai titik di mana kendala regulasi, tata kelola, dan institusional yang belum terselesaikan mengancam kepastian hukum serta akses ke pembiayaan proyek. Situasi ini membutuhkan intervensi tingkat tinggi yang berpengalaman dan diskrit untuk memecahkan kebuntuan tersebut.
Ia memimpin penyusunan strategi penyelesaian dan mengoordinasikan keterlibatan di berbagai saluran pemerintah, regulator, dan penasihat, menavigasi lingkungan yang menantang dengan melibatkan berbagai lapisan pemangku kepentingan, kepentingan institusional yang saling bersinggungan, serta sensitivitas politik dan keamanan yang tinggi. Mandat ini menuntut kombinasi penilaian strategis, manajemen pemangku kepentingan yang cermat, dan pemecahan masalah secara langsung di bawah tekanan yang terus-menerus.
Penugasan ini bergerak melalui jalur penyelesaian terstruktur yang menyelaraskan para pengambil keputusan utama, menyingkirkan hambatan persetujuan yang telah lama tertahan, dan memulihkan kondisi yang diperlukan agar proyek dapat mempertahankan kepastian hukum, terus beroperasi, dan kembali mengakses modal. Sepanjang proses, Simon menjaga diskresi dan disiplin hubungan yang diwajibkan oleh lingkungan operasional tersebut.
Mandat ini berhasil memberikan penyelesaian atas kebuntuan persetujuan kritis, secara langsung membuka akses ke pembiayaan proyek senilai sekitar US$ 35 juta, serta memulihkan kondisi yang diperlukan bagi aset tersebut untuk terus beroperasi dan menarik modal.


