Pada awal kariernya, Simon menjabat sebagai Wakil Ketua Tim pada Technical Assistance Management Facility Phase II (TAMF II) Pemerintah Australia, sebuah program bilateral unggulan yang mendukung reformasi ekonomi pasca-IMF dan penguatan institusional di Indonesia.
Dalam peran ini, ia bekerja di tingkat senior pemerintahan, berinteraksi langsung dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta lembaga kunci lainnya yang terlibat dalam kebijakan ekonomi dan pengawasan sistem keuangan.
Tanggung jawab nya meliputi dukungan terhadap pelaksanaan program di berbagai alur kerja yang berfokus pada tata kelola keuangan, pengembangan kapasitas institusi, serta pengembangan regulasi.
Komponen inti dari program ini mencakup dukungan terhadap pembentukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sebuah lembaga krusial dalam memperkuat transparansi keuangan dan memerangi aliran keuangan ilegal; hal ini merepresentasikan salah satu reformasi tata kelola keuangan paling signifikan di era tersebut.
Program ini beroperasi di pusat agenda reformasi ekonomi Indonesia, berkontribusi pada pembangunan kembali kerangka institusional dan kepercayaan investor pasca-Krisis Keuangan Asia. Pengalaman ini memberikan Simon eksposur dini terhadap pengambilan keputusan di tingkat kedaulatan, reformasi institusional, serta titik temu antara kebijakan, modal, dan pembangunan ekonomi.
Status: Program pemerintah telah selesai.


